Postingan

Pelayanan Obat Rujuk Balik (PRB)

Pelayanan Obat Rujuk Balik adalah pemberian obat- obatan untuk penyakit kronis di Faskes Tingkat Pertama  sebagai bagian dari program pelayanan rujuk balik. Puskesmas berperan sebagai fasilitas tingkat pertama. Manfaat program  PRB ini bagi peserta : Meningkatkan kemudahan akses pelayanan kesehatan .  Meningkatkan pelayanan kesehatan yang mencakup akses promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif Meningkatkan hubungan dokter dengan pasien dalam konteks pelayanan holistik Memudahkan untuk mendapatkan obat yang diperlukan Peserta yang berhak memperoleh obat PRB adalah  Peserta dengan diagnosa penyakit kronis yang telah ditetapkan dalam kondisi terkontrol/stabil oleh Dokter Spesialis/Sub Spesialis dan telah mendaftarkan diri untuk menjadi peserta Program Rujuk Balik J enis Penyakit yang termasuk Program Rujuk Balik adalah: a. Diabetus Mellitus b. Hipertensi c. Jantun...

Penguatan dan Motivasi Penderita PTM (Penyakit Tidak Menular) dengan manajemen stres

Gambar
 P ada  Sabtu,   20 Juli  2019  Pukul 07.00 peserta prolanis senam dengan dipandu instruktur senam Ibu Yuni di halaman Puskesmas Ngemplak 2. setelah istirahat pasien dipandu untuk mengikuti kegiatan   Penguatan dan Motivasi Penderita PTM dilaksanakan  di Aula banguanan utara puskesmas Ngemplak 2.  Pertemuan dibuka oleh dr  Ami dan pak   Endang Rahmat Mulyadi  dengan doa dan sambutan. Pertemuan dihadiri oleh pasien penderita DM dan atau hipertensi. Pemaparan materi  diberikan oleh mahasiswa magister psikologi UGM sdri Jessica Dheria Arywibowo, S. Psi . Adapun materi yang diberikan  mengenai manajemen stres pada lansia , Pada awal kegiatan peserta prolanis diajak bersama-sama senam ringan antipikun, untuk menghilangkan ketegangan, melancarkan sirkulasi darah dan mencegah pikun, setelah itu peserta prolanis diberi penjelasan tentang stres. Stres adalah kondisi ketegangan yang mempengaruhi emosi, pikiran, dan kondisi f...

PKPA Profesi Apoteker Universitas Sanata Dharma Periode 1 Juli – 13 Juli 2019 di Puskesmas Ngemplak 2

Gambar
Pada Tanggal 1 Juli – 13 Juli 2019  bagian Farmasi Puskesmas Ngemplak 2 dipilih menjadi  sarana Praktek kerja  profesi Apoteker (PKPA)  Universitas Sanata Dharma. Mahasiswi praktek adalah Agnes Kurniati Karut, S.Farm dan Monica Agustin Budi Sinarto, S.Farm. Selama hampir 2 minggu mereka ikut serta dalam kegiatan praktek kefarmasian di puskesmas induk dan puskesmas pembantu pokoh. Manfaat kegiatan ini  mahasiswa mampu Mengetahui dan memahami tugas dan tanggung jawab Apoteker dalam  menjalankan praktik kefarmasian di Puskesmas, Mendapatkan pengalaman praktis mengenai praktik kefarmasian di puskesmas, Mendapatkan pengetahuan manajemen praktis di puskesmas, Meningkatkan rasa percaya diri untuk menjadi Apoteker yang professional di Puskesmas. semoga ilmu dan ketrampilan selama PKPA di Puskesmas Ngemplak 2 daat menjadi bekal mereka untuk sukses di dunia kerja. (rikha R)

MTP Farmasi semester 1 : POR (Peresepan Obat Rasional)

Pertemuan dilaksanakan  S enin, 17 Juni 2019 di Aula Puskesmas Ngemplak 2, Acara  dibuka dan diisi oleh Rikha Rahmawati  yang dihadiri oleh petugas kesehatan Puskesmas Ngemplak II, baik dari tim medis, paramedis, maupun staff. Pertemuan kali ini membahas tentang peresepan Obat Rasional, Menurut WHO Penggunaan obat dikatakan rasional, bila   pasien menerima obat yang tepat untuk kebutuhan klinis, dalam dosis yang memenuhi kebutuhan, untuk jangka waktu yang cukup, dan pada biaya yg terjangkau untuknya (individu) dan komunitas/masyarakat . Tahapan Pemantauan dan evaluasi penggunaan obat: 1.  Menentukan target perbaikan 2.  Identifikasi  dan pengukuran Indikator 3.  Refleksi upaya perbaikan yang telah dilakukan 4.  Pemecahan masalah Indikator POR Nasional : % AB ISPA Non Pneumonia batas toleransi 20 %, % AB pada Diare Non Spesifik Batas toleransi 8 %, % Injeksi Pada Myalgia batas toleransi 1 %, % Rerata Jumlah Item Obat/Resep ...

Kegiatan Motivasi Peserta Prolanis Bulan Juni 2019

Gambar
Pertemuan Prolanis   Sabtu,   22 Juni  2019  di Aula Puskesmas Ngemplak 2  dibuka oleh dr  Henni dan pak   Endang Rahmat Mulyadi  dengan doa dan sambutan. Pertemuan dihadiri oleh pasien penderita DM dan atau hipertensi. Setiap peserta prolanis diberi kesempatan untuk menceritakan pengalamanya ketika awal mula didiagnosis sakit  dan kesan setelah mengikuti kegiatan prolanis. Sebagian besar peserta prolanis mearasa senang mengikuti kegiatan prolanis karena mendapat keluarga baru, komunitas yang saling menyemangati, dilakuakan pemeriksaan berkala, dimotifasi untuk pola hidup sehat, aktifitas senam dan  minum obat secara teratur sehingga besar  harapan mereka untuk lebih sehat , tekanan darah dan gula darah terkontrol. Dokter heni berharap agar paguyuban prolanis tetap rukun dan tetap melakukan kegiatan kebersamaan yang positif  di luar  kegiatan puskesmas K egiatan Prolanis bertujuan untuk mendorong peserta penyan...

Waktu Penyimpanan Sediaan Farmasi/ Beyond Use Date (BUD)

26/5/2019  Beyond use date (BUD) adalah batas waktu penggunaan produk obat setelah diracik/disiapkan atau setelah kemasan primernya dibuka/dirusak. Kemasan primer adalah kemasan yang langsung bersentuhan dengan bahan obat, seperti: botol, ampul, vial, blister,  dan lain-lain. Pengertian  Beyond use date/  BUD berbeda dari expiration date (ED) atau tanggal kedaluwarsa karena ED menggambarkan batas waktu penggunaan produk obat setelah diproduksi oleh pabrik farmasi  sedangkan informasi  Beyond use date/ BUD diperoleh dari bagian pelayanan farmasi (Apotek/Puskesmas/Klinik/Rumah sakit) yang melakukan peracikan atau membuka kemasan primer. BUD dan ED menentukan batasan waktu dimana suatu produk obat masih berada dalam keadaan stabil. Suatu produk obat yang stabil berarti memiliki karakteristik kimia, fisika, mikrobiologi, terapetik, dan toksikologi yang tidak berubah dari spesifikasi yang sudah ditetapkan oleh pabrik obat, baik selama penyimpanan maup...

Batas Kadaluarsa Sirup yang Telah Dibuka Kemasanya

Gambar
26/5/2019  Seorang ibu menanyakan obat yang ia miliki di rumah. "Mbak, ini sirup parasetamol, cetirizin dan ambroxol  kalau sudah dibuka tahan disimpan berapa lama ?.  Pertanyaan sejenis sering sekali ditanyakan ibu-ibu. Setiap obat memiliki batas masa simpan sehingga lama penyimpanan obat harus diketahui untuk memastikan obat yang akan digunakan masih terjaga kualitasnya Obat jenis Sirup yang telah dibuka segel tutupnya maka kurang terlindungi dibandingkan saat segel kemasanya masih utuh, sehingga tanggal kadaluarsanya tidak mengikuti yang tertulis di kemasan obat.  Untuk syrup non antibiotik seperti parasetamol, cetirizin dan ambroxol  waktu penyimpananya hanya 14 hari, disimpan terhindar dari sinar matahari langsung dan benda lain yang berbau. Penyimpananya sebaiknya dibawah suhu 25 derajat celcius. jadi setiap membuka kemasan sirup perlu ditandai tanggal dan jam buka syrup. diamati juga rasa, bau dan penampakan fisiknya. jika dalam penyimpanan sebelum 14...